Web Toolbar by Wibiya

Jumat, 20 Januari 2012

Ir. H. Aburizal Bakrie


Oleh. Abdul Wadud Nashruddin

Beliau lahir di Jakarta, 15 November 1946. Beliau adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.

Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004).

Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004).

Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai.

Aburizal adalah anak pertama dari 4 bersaudara, mempunyai tiga adik yaitu Roosmania Odi Bakrie (menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono), Indra Usmansyah Bakrie (menikah dengan Gaby Djorgie) dan Nirwan Dermawan Bakrie, (menikah dengan Indira). Pernikahanya dengan Tatty Murnitriati dikaruniai tiga anak yaitu Anindya Novyan Bakrie (menikah dengan Firdani Saugi), Anindhita Anestya Bakrie (menikah dengan Taufan Nugroho) dan Anindra Ardiansyah Bakrie (menikah dengan Nia Ramadhani).

Jabatan-jabatan yang pernah beliau emban dalam hidupnya antara lain : 
  • 1992 - 2004 Komisaris Utama/Chairman, Kelompok Usaha Bakrie
  • 1989 – 1992 Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation
  • 1988 – 1992 Direktur Utama PT Bakrie & Brothers
  • 1982 – 1988 Wakil Direktur Utama PT. Bakrie & Brothers
  • 1974 –1982 Direktur PT. Bakrie & Brothers
  • 1972 – 1974 Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie & Brothers
  • 2009 - 2014 Ketua Umum DPP Partai GOLKAR
  • 2004 - 2009 Anggota Dewan Penasehat DPP Partai GOLKAR
  • 2000 – 2005 Anggota Dewan Pakar ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
  • 1999 – 2004 Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) periode II
  • 1996 – 1998 Presiden, Asean Chamber of Commerce & Industry
  • 1996 – 1997 International Councellor, Asia Society
  • 1994 - 1999 Ketua Umum KADIN periode I
  • 1993 – 1998 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode II
  • 1993 – 1995 Anggota Dewan Penasehat, International Finance Corporation
  • 1993 – 1995 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode II
  • 1991 - 1993 Presiden ASEAN Business Forum (d/h Institute of South East Asian Business) – periode I
  • 1989 – 1994 Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia
  • 1988 – 1993 Wakil Ketua Umum, KADIN Bidang Industri dan Industri Kecil
  • 1988 - 1993 Anggota, Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) – periode I
  • 1985 – 1993 Ketua Bidang Dana PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia)
  • 1984-sekarang Anggota, Partai Golongan Karya
  • 1984 – 1988 Wakil Ketua, Asosiasi Kerjasama Bisnis Indonesia – Australia
  • 1977 – 1979 Ketua Umum, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
  • 1976 – 1989 Ketua Umum, Gabungan Pabrik Pipa Baja Seluruh Indonesia
  • 1975: Ketua Departemen Perdagangan HIPMI
  • 1973 – 1975 Wakil Ketua Departemen Perdagangan, HIPMI
Dan beliau telah pula memperoleh berbagai penghargaan internasional dan nasional di antaranya pada tahun 1997 memperoleh penghargaan “ASEAN Business Person of the Year” dari the ASEAN Business Forum, tahun 1995 memperoleh pengharagaan “Businessman of the Year” dari Harian Republika, dan pada tahun 1986 memperoleh penghargaan “The Outstanding Young People of the World” dari the Junior Chamber of Commerce.

Beliau berpikiran bahwa sektor ekonomi adalah sektor yang harus dikembangkan pertama kalai untuk menentukan nasib bangsa. Yang harus dikerjakan adalah memantapkan elemen-elemen dasar sistem politik, ekonomi, sosial, serta sistem hukum agar semua pencapaian bangsa  menjadi semakin kuat dan berlanjut. Di atas semua itu, demokrasi harus semakin diarahkan sebagai wadah dan mekanisme untuk mencapai tujuan-tujuan besar, seperti peningkatan kesejahteraan rakyat, kemajuan pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya.

Demokrasi tidak boleh hanya dimanfaatkan sebagai wadah politik, di mana kaum politisi dan kaum pemimpin hanya melakukan interaksi kekuasaan semata, hanya mencari kekuasaan semata. Demokrasi dalam pengertian sesungguhnya adalah “demos” (rakyat) dan “kratein” atau “kratos” (kekuasaan). Artinya, rakyatlah yang berkuasa, lewat wakil-wakilnya di lembaga legislatif dan eksekutif. Karena itulah, wakil rakyat dan kaum pemimpin harus mengabdi pada rakyat, bukan mengabdi pada kepentingannya sendiri.

Sumber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar